KMKS adalah akronim dari Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas. Di zaman kerajaan Sambas, Negeri Sambas di kenal hingga ke pelosok seantro tanah air bahkan manca negara karena peradabannya. Terutama peradaban budaya religiusnya. Hal tersebut tidak serta merta terjadi dengan sendirinya. Namun karena intelektualitas orang Sambas yang terbangun dengan masifnya.
Nama Maha Raja Imam Sambas sampai sekarang ketenarannya tak terlekangkan oleh lindasan zaman. Ini merupakan referensi awal dari pembentukan KMKS. Dengan asumsi jumlah muda mudi Sambas yang menimba ilmu di perguruan tinggi baik di Pontianak maupun di tanah Jawa semakin meningkat; sehingga jika terakomodir rapi akan mampu menjayakan Sambas.
Di motori oleh Asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas Sultan Moehammad Sjafioeddin yang ketuanya saat itu di jabat oleh Wahdi Kuspian (Selakau), maka digagaslah kongres pertama mahasiswa Kabupaten Sambas. Kongres pertama ketua panitianya dipercayakan kepada saudara Irawadi (Semparuk) untuk mengembannya. Tepat pada tanggal 3-5 April 2005 bertempat di BLKI (Balai Latihan Kerja Indonesia) kongres Mahasiswa Sambas I dilaksanakan . Dan hasilnya melahirkan wadah yang bernama KMKS (Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas).
Terlaksananya kongres Mahasiswa Sambas pertama tak lepas dari peran-peran tokoh aktivis mahasiswa Sambas yang amat peduli akan peradaban mahasiswa Sambas di masa mendatang. Mereka adalah Syamsuri, ST; Fadli S.Pdi; dan Hidayat SE serta banyak tokoh lain yang memiliki andil besar dalam menggagas ide brilian tersebut.
Yang perlu di catat, kongres Mahasiswa Sambas I menghasilkan wadah KMKS merupakan penyatuan seluruh elemen mahasiswa kecamatan se- kabupaten Sambas. Adapun elemen yang tergabung yakni; kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Sambas, Sebawi, Tekarang, Benua Sajad, Subah, Sajingan, Sejangkung, Galing dan kecamatan Tebas. Karena organnya adalah unsur kecamatan, maka bentuk kepengurusannya menggunakan sistem presidium yang di ketuai oleh seorang Sekjen. Adapun Sekjen KMKS yang terpilih saat itu sebanyak tiga orang(Irawadi, Nurul Hadi dan Nur Hadi) dengan masa bakti masing-masing 4 bulan.
Agar jalan organisasi terkontrol dengan baik maka disepakati KMKS memiliki DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) yang di jabat saudara Amirudin (Selakau) dan sekarang terpilih menjadi ketua umum KMKS sebagai hasil dari Kongres KMKS II pada tanggal 24-25 Mei 2007 di Rektorat Untan Lantai III.
2. Tujuan KMKS
- Menghimpun seluruh elemen mahasiswa kecamatan/mahasiswa asal Kabupaten Sambas Sebagai wadah keilmuan (diskusi, mengadakan seminar dan pelatihan). Contohnya dalam mengawal Pilkada Sambas KMKS menggelar Dialog Publik yang berlangsung di Gedung DPRD Sambas dengan menghadirkan pemateri yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat Sambas yang berkompeten dibidangnya seperti dosen, birokrat, jurnalis, politisi serta kaum profesional lainnya. Nara sumbernya antra lain: Drs. H Henri Usman, M.Si, Mulyadi SP, Mursalin SP, Jukarni Skep, Drs. Tarmizi Karim, Dra. Yarlina Ya’kob M.Si dan hasilnya adalah kontrak sosial para calon kandidat Bupati Sambas (Burhanudin A. Rasyid – dr Juliarti MPh, Ir. Prabasa Anantatur- Raden Winata Kusuma dan U. Barudin Idris – Zulfidar Zaidar, SE.MM) priode 2006-2011 dengan KMKS. Tanggal 5 Juni 2007 bertempat di rektorat lama Untan KMKS menggelar diskusi panel membedah setahun “terpikat Terigas” dengan menghadirkan pemateri antara lain Drs.Hardi Suja’ie, M.Si (Dosen Fisip Untan), Mursalin SP (Ketua AJI Kalbar) , Bulyadi Sip (birokrat) dan Sartono S.Ag (Ketua PITI Sambas) dan banyak kegiatan lainnya.
- Sebagai lembaga sosial kontrol terhadap setiap kebijakan pemerintah (yang tidak pro-rakyat wajib di kritik). Contohnya KMKS menggelar demonstrasi di DPRD Sambas masalah anjloknya harga jeruk, demo masalah transparansi penggunaan rekening pribadi oleh bendaharawan Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas pada tanggal 22 September 2006 di Kantor Bupati. Dan massa demonstran KMKS diterima oleh wakil Bupati Sambas dr Juliarti, MPH. Serta menyikapi masalah-masalah sosial lainnya.
5. Lain-Lain
KMKS sebagai wadah Mahasiswa Kabupaten Sambas yang pusat organisasinya berada di Ibukota Provinsi Kalimantan Barat yakni Pontianak; membuka pelayanan bagi mahasiswa baru asal Kabupaten Sambas yang mengalami kesulitan masalah tempat tinggal. Setiap tahun KMKS membuka akses dengan rumah-rumah kost dan rumah kontrakan yang ada di sekitar kampus terutama Untan. Sehingga kawan-kawan sekalian dapat mencari informasi melalui posko KMKS/ menghubungi pengurus.
KMKS juga membuka ruang komunikasi dengan tetua-tetua /tokoh masyarakat Kabupaten Sambas di Pontianak. Jadi sebagai mahasiswa yang berada di perantauan orang,, jangan sampai kita melupakan peran para tokoh tersebut sebagai pembimbing agar tidak lupa dengan rumpun kelahiran. Ini dilakukan demi keharmonisan antar generasi serta sebagai tempat bimbingan nasehat.
Semua mahasiswa asal Kabupaten Sambas otomatis menjadi anggota KMKS, namun agar lebih kompeten dan memiliki rasa kebanggan sebagai orang Sambas, setiap tahunnya KMKS melaksanakan training/pengkaderan. Walau kita jauh dari kampung halaman, marwah sebagai orang Sambas harus dijaga agar nama besar Sambas tak lekang di telan oleh zaman.
Agar nilai budaya Sambas tidak luntur, dalam hal ini tentang adat istiadat kebudayaan; pengurus KMKS juga sangat mengharapkan kehadiran mahasiswa baru sekalian yang memiliki keahlian di bidang kesenian budaya Sambas untuk dapat menghubungi pengurus sebab KMKS memiliki wadah untuk mengembangkannya. Dan akhirnya bagi kawan-kawan mahasiswa Sambas sekalian; persatuan dan kesatuan emosional kita haruslah dijaga kekokohannya agar kita memiliki pondasi kuat dalam berkompetisi pengetahuan. Karena dengan berhimpunnya kita semua berarti eksistensi negeri Sambas tidak termakan oleh kekejaman sejarah. Sekian dan terima kasih. Wasslam.
4. Nama pengurus
Dalam kongres Mahasiswa II 24-25 Mei 2007, bentuk kepengurusan yang semula menggunakan sistem presisium di ubah komposisinya dengan menggunakan sistem ketua dan lamanya masa jabatan adalah selama 2 tahun
Adapun susunan pengurunya adalah sebagai berikut:
Ketua : Amirudin
Sekrestaris : Septiawan
Wakil Sekrestaris: Aris
Bendahara : Johan
Bidang-bidang :
a.Sosial politik
Ketua : Bambang Hermansyah
Wasekum : Benny Bornawaska
b.Kepemudaan Budaya dan Olahraga
Ketua : Dalijo
Wasekum : Haryono
: Yupi
c. Depertemen Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan
Ketua : Sutami
Wasekum : Edi
d.Depertemen Kerjasama dan Hubungan Masyarakat
Ketua : Wahdi Kuspian
Wasekum : Dita: Eko Sanjaya
e.Depertemen Kerohanian
Ketua : Novi
Wasekum : Wahyudi
f.Depertemen Partisipasi Pembangunan Daerah
Ketua : Erwin
Wasekum : Budi
0 Komentar